Tumpek Krulut, Gubernur Koster Ngopi Bareng Warga

Tumpek Krulut, Gubernur Koster Ngopi Bareng Warga

Koster memilih untuk turun langsung ke ruang publik dengan ngopi bareng dan mentraktir warga di sejumlah kedai kopi dan tempat kuliner lokal lainnya--Instagram Dewata News Official

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Peringatan Tumpek Krulut merupakan hari yang dalam Tradisi Hindu Bali dimaknai sebagai sebuah momentum untuk menumbuhkan kasih sayang dan keharmonisan dan kini dirayakan oleh Gubernur Koster dengan cara yang berbeda.

Tidak hanya dengan melakukan upacara keagamaan, Koster memilih untuk turun langsung ke ruang publik dengan ngopi bareng dan mentraktir warga di sejumlah kedai kopi dan tempat kuliner lokal lainnya yang berhasil menghadirkan suasana yang hangat, sederhana, sekaligus penuh makna di tengah masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata penerapan nilai tresna asih atau kasih sayang yang menjadi esensi Tumpek Krulut, sekaligus dapat mempererat hubungan di antara pemimpin dan rakyatnya.

BACA JUGA:Kebakaran Landa Pura Puseh Kintamani Jumat Pagi, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta

Gubernur Bali Wayan Koster, mengambil langkah yang berbeda dalam memperingati Tumpek Krulut yang dalam Tradisi Hindu Bali dikenal sebagai Rahina Tresna Asih atau hari kasih sayang. Pada Sabtu 3 Januarin 2026, Gubernur Wayan Koster turun langsung ke ruang publik, yaitu berupa kedai kopi dan tempat kuliner lokal untuk ngopi bareng dan mentraktir masyarakat, khususnya generasi muda di Bali.

Perayaan yang biasanya lekat dengan ritual spiritualitas ini dihadirkan dalam bentuk kegiatan yang lebih sederhana, hangat, dan memiliki interaksi secara langsung dengan masyarakat. Koster memilih lokasi-lokasi, seperti Jenar Kopi di Kaliasem, Tan-Panama Coffee di Jalan Veteran, Denpasar, serta Babi Guling Men Wenci di Sangeh sebagai titik pertemuan bersama dengan masyarakat.

Di tempat-tempat tersebut, para masyarakat memiliki kesempatan untuk dapat menikmati kopi dan menu khas Bali lainnya secara gratis, sekaligus dapat bercengkrama langsung bersama dengan sang gubernur.

Di dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wayan Koster mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukannya itu bukan hanya sekedar traktiran biasa, melainkan sebuah manifestasi dari nilai Tresna Asih yang menjadi inti perayaan Tumpuk Krulut.

Menurut Gubernur Koster kegiatan ini dapat mempererat hubungan di antara sesama dan dapat menciptakan suasana yang hangat juga menjadi bagian penting untuk menjaga nilai budaya Bali agar tetap hidup dalam kehidupan keseharian masyarakat Bali.

BACA JUGA:Awali 2026, Pemkab Jembrana Lantik Puluhan Pejabat di Kebun Kakao Warga

Suasana di kedai kopi juga tampak ramah dan terasa akrab. Banyak anak muda yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berbincang santai, berfoto bersama, bahkan bertukar pendapat dengan Koster.

Momen tersebut juga dimanfaatkan oleh beberapa pengunjung untuk menyampaikan aspirasi serta mimpi anak muda sebagai generasi penerus di Bali. Diketahui, kegiatan ngopi bareng ini juga dimeriahkan dengan hidangan kuliner lokal, seperti babi guling yang dengan cepat langsung ludes diserbu oleh pengunjung di Warung Men Wenci.

Selain itu Gubernur Wayan Koster juga berharap kegiatan yang dilakukannya ini bisa menjadi salah satu cara untuk menguatkan dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang sudah menjadi bagian penting untuk perekonomian di Bali.

Peringatan Tumpek Krulut diadakan setiap 210 hari sekali menurut kalender Bali dan dikenal sebagai momentum untuk bisa menjaga keseimbangan batin melalui rasa kasih sayang, seni, serta keharmonisan antara manusia dengan alam.

Sumber: