Nyepi Saka 1948, Puluhan Warga Minta Bantuan Medis ke BPBD Denpasar
Pusdalops BPBD Denpasar, Putu Darma Putra menyampaikan bahwa total ada 24 laporan dari warga yang membutuhkan bantuan darurat -BPBD Denpasar-
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi Saka 1948, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar mencatat puluhan laporan dari warga yang membutuhkan bantuan darurat, khususnya untuk diantar ke rumah sakit.
Operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Denpasar, Putu Darma Putra, pada Jumat, 20 Maret 2026, menyampaikan bahwa total ada 24 laporan yang masuk.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 kasus berhasil ditangani oleh petugas.
BACA JUGA:Resmi! Lebaran 2026 Ditetapkan 21 Maret, Begini Hasil Sidang Isbat di Kemenag
Ia menjelaskan bahwa satu laporan lainnya tidak dapat diproses lebih lanjut karena tidak ada kejelasan dari pelapor. Petugas sebenarnya sudah bersiaga dan menunggu konfirmasi hingga pagi hari, namun tidak mendapatkan respons lanjutan.
Dari sejumlah kejadian yang ditangani, salah satu yang cukup menyita perhatian adalah laporan terkait seorang bayi berusia 10 bulan yang harus segera mendapatkan penanganan medis.
Orang tua bayi tersebut melaporkan kondisi anaknya yang mengeluarkan darah dari telinga disertai rewel dan tampak kesakitan.
Menurut keterangan yang disampaikan Tu Darma, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kondisi tersebut. Namun orang tua bayi khawatir karena adanya perdarahan yang dikhawatirkan semakin parah.
Bayi perempuan tersebut diketahui berasal dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, ia sempat menjalani pemeriksaan di daerah asalnya sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah di Denpasar. Dalam penanganan awal, bayi itu hanya menjalani rawat jalan.
Selama berada di Bali, bayi tersebut tinggal bersama orang tuanya di kawasan Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar. Setelah menerima laporan, tim Pusdalops BPBD Denpasar langsung bergerak dan membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Tu Darma juga menambahkan bahwa keluarga tersebut baru sekitar satu bulan berada di Bali.
Begitu laporan diterima, petugas segera melakukan evakuasi medis sesuai prosedur yang berlaku selama pelaksanaan Nyepi.
Sumber: