Keselamatan Jalan Raya Bali Meningkat, Operasi Zebra Agung 2025 Dinilai Lebih Efektif
Polda Bali melaksanakan Operasi Zebra Agung 2025 yang berhasil mencatatkan adanya penurunan angka kecelakaan mencapai 30%--Unsplash
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Keselamatan lalu lintas di Bali menunjukkan perubahan yang positif setelah Polda Bali melaksanakan Operasi Zebra Agung 2025 yang berhasil mencatatkan adanya penurunan angka kecelakaan mencapai 30%.
Mengusung strategi yang lebih seimbang antara edukasi dan penindakan, Operasi Zebra Agung 2025 ini dinilai lebih efektif karena berhasil menciptakan lingkungan berkendara yang tidak hanya aman untuk pengendara motor atau mobil, tetapi juga para pejalan kaki.
Perubahan pola penindakan berupa dengan upaya yang persuasif dan juga hadirnya kampanye mengenai pencegahan yang dilakukan secara masif, sekaligus dengan pengawasan yang terstruktur dari aparat keamanan yang menjadi kunci utama dalam melakukan transformasi pada Operasi Zebra Agung 2025.
BACA JUGA:Ramai Perihal Thrifting di Bali, Menteri UMKM akan Sidak Thrifting di Bali
Dilansir dari Tribatanews Polda Bali, dijelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2025 menunjukkan perubahan yang signifikan dalam hal strategi maupun hasilnya. Dalam laporan terbarunya, Polda Bali mencatat adanya penurunan angka kecelakaan hingga 30% selama masa operasi berlangsung.
Hasil yang didapatkan ini sebagai bentuk nyata bahwa pendekatan baru yang lebih humanis, edukatif, dan terukur dapat memberikan dampak yang benar-benar nyata bagi keamanan dan kenyamanan selama menggunakan jalan raya di Bali.
Operasi Zebra Agung 2025 menampilkan wajah baru dalam pola pengawasan lalu lintas. Fokus utama tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan saat ada pelanggaran saja, tetapi pada rangkaian pada upaya pencegahan yang dilakukan dengan terencana.
Petugas aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mulai dari memberikan imbauan keselamatan, kampanye penggunaan helm yang sudah berstandar SNI, dan penggunaan sabuk pengaman pada pengguna kendaraan roda empat, hingga hadirnya sosialisasi mengenai bahayanya penggunaan ponsel saat sedang berkendara.
Selain itu di beberapa titik rawan kecelakaan para petugas juga turut membagikan brosur serta melakukan dialog langsung kepada para pengendara demi meningkatkan kesadaran dalam berkendara yang aman.
BACA JUGA:Perum Bulog Bali Pastikan Ketersediaan Beras Aman Hingga Tahun Baru
Meski di razia tahun ini berfokus pada pencegahan, tetapi Polda Bali tetap memperhatikan perihal penindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh setiap pengendara. Pelanggaran berat seperti balap liar, melawan arus, dan berkendara di bawah pengaruh alkohol tetap akan ditindak dengan tegas.
Namun pelanggaran ringan lebih sering diberikan teguran sebagai bentuk yang persuasif yang di mana pendekatan ini dianggap sebagai seimbang antara penegakan hukum dan kesadaran masyarakat.
Polda Bali menilai pola yang dilakukan sekarang jauh lebih efektif untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang dibanding dengan tindakan represif semata.
Jika dibandingkan dengan data tahun lalu, maka hasil operasi zebra di tahun sangat menonjol. Di tahun 2024, Polda Bali mencatat terdapat enam ribu kasus kecelakaan lalu lintas dengan ratusan korban jiwa.
Sumber: