BACA JUGA:Polsek Bangli Gelar Blue Light Patrol, Antisipasi Aktivitas Masyarakat pada Malam Hari
Di sisi lain, serbuan lalat ini juga dinilai berpotensi mengganggu sektor pariwisata. Kintamani dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Bangli yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Meski begitu, hingga kini pemerintah daerah belum menetapkan langkah penanganan terpadu.
Untuk sementara waktu pelaku usaha pariwisata diberikan keleluasaan mengambil langkah penanganan secara mandiri, seperti penggunaan perangkap lalat, penyemprotan, hingga penerapan ruang tertutup berbahan kaca, khususnya di sektor jasa dan kuliner.
Sarma mengakui, opsi penanganan ini masih menuai pro dan kontra. Pasalnya, penggunaan bahan kimia seperti penyemprotan justru berpotensi menimbulkan keluhan dari wisatawan.
Oleh karena itu, Pemkab Bangli masih mencari formulasi yang paling tepat agar masalah lalat bisa ditangani tanpa menimbulkan dampak lanjutan.