UMKM Hingga TPST, Strategi Klungkung Perkuat Ekonomi Lokal

Rabu 07-01-2026,21:16 WIB
Reporter : Nindya Previaputri
Editor : Nindya Previaputri

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Di tengah tantangan ekonomi dan persoalan lingkungan yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten Klungkung menempuh berbagai langkah strategis untuk memastikan pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, Klungkung juga mendorong penguatan potensi lokal melalui pengembangan UMKM berbasis kerajinan dan kain khas daerah, sekaligus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dengan melakukan revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat, daya saing produk lokal, serta keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Klungkung.

BACA JUGA:International Professors Summit 2026 Resmi Dibuka oleh Rektor Universitas Malahayati

Pemerintah Kabupaten Klungkung terus menunjukkan upaya serius dalam memperkuat ekonomi daerah dengan mengandalkan potensi lokal dan pembangunan yang berkelanjutan. Sejumlah langkah strategis dilakukan, mulai dari mendorong produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas hingga membenahi sistem pengolahan sampah melalui revitaliasai TPA menjadi TPST.

Dari sektor ekonomi kreatif, produk anyaman khas Klungkung menjadi salah satu contoh keberhasilan UMKM lokal dalam menembus pasar ekspor. Produk kerajinan tersebut tidak hanya mengandalkan nilai estetika, tetapi juga konsistensi kualitas dan sentuhan kearifan lokal yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar internasional.

Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti bahwa produk berbasis tradisi masih memiliki peluang besar untuk bisa berkembang di tengah persaingan global. Selain kerajinan anyaman, UMKM kain khas Klungkung juga terus didorong untuk menjaga mutu produksi.

Pemerintah daerah melalui berbagai program pembinaan menekankan pentingnya kualitas, baik dari sisi bahan, proses produksi, hingga hasil akhir. Langkah tersebut dilakukan agar produksi kain lokal tetap memiliki identitas yang kuat sekaligus mampu bersaing dengan produk serupa di daerah lain.

Di sisi lain, pembangunan ekonomi Klungkung juga diarahkan agar sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui rencana revitalisasi TPA yang akan dikembangkan menjadi TPST.

BACA JUGA:Rekayasa Lalu Lintas di Kerobokan Kelod Dinilai Efektif, Dishub Badung Siapkan Pelebaran Simpang

Perubahan fungsi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, mulai dari proses pemilahan hingga pengolahan, sehingga tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru.

Revitalisasi TPA menjadi TPST dipandang sebagai langkah penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Maka dari itu dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, sampah tidak lagi semata menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomis.

Sinergi antara penguatan UMKM dan pembenahan pengelolaan sampah ini mencerminkan arah pembangunan Klungkung yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga berkelanjutan.

Melalui dengan pemanfaatan potensi lokal dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, pemerintah daerah berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata dan berkelanjutan.

Kategori :