Dinkes Buleleng Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Layanan Ambulans

Rabu 07-01-2026,21:00 WIB
Reporter : Syifa Lulu
Editor : Syifa Lulu

BULELENG, DISWAYBALI.ID - Pemahaman masyarakat terkait prosedur penggunaan layanan mobil ambulans jenazah maupun ambulans kegawatdaruratan di fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Buleleng dinilai masih perlu terus ditingkatkan melalui edukasi yang masif. 

Kurangnya pemahaman terhadap prosedur layanan kerap memicu kesalahpahaman akibat informasi yang tidak utuh. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Gerokgak 2, dr. I Nyoman Suardyatma, saat memberikan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi di Puskesmas Gerokgak 2, Desa Pejarakan, Rabu, 7 Januari 2026.

BACA JUGA:Inflasi Bali 2025 Berada di Level Aman, BI Soroti Risiko Pangan dan Tekanan Awal 2026

Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut pada dasarnya dipicu oleh miskomunikasi yang terjadi akibat kepanikan keluarga pasien serta kurangnya kesabaran dalam menerima penjelasan petugas medis saat mengantarkan pasien dalam kondisi tidak sadarkan diri. 

"Keluarga pasien saat itu, Sabtu, 3 Januari 2026 mengantarkan pasien lalu di tangani sesuai prosedur oleh tim medis dan dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga mohon meminjam ambulan untuk mengantar jenasah, Puskesmas Gerokgak 2 tidak memiliki mobil ambulan jenasah dan sesuai prosedur ambulan kegawatdarutan peruntukannya hanya boleh untuk layanan rujukan kegawatdarutan,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, pihak Puskesmas Gerokgak 2 sebenarnya telah berupaya membantu dengan memfasilitasi penggunaan ambulans jenazah dari Puskesmas Gerokgak 1. 

Namun, kondisi keluarga pasien yang terlanjur panik dan histeris menyebabkan pelampiasan emosi berupa tindakan menendang bak sampah serta memukul ambulans puskesmas dan ambulans TNI yang saat itu tengah terparkir karena mengantar siswa TNI yang sakit. 

BACA JUGA:Penuntasan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani Dikebut

”Informasi video yang viral tersebut adalah tidak benar, kami sudah membantu memfasilitasi pengantaran jenasah, namun perlu waktu menunggu ambulan jenasah yang ada di Desa Gerokgak. Kami bekerja sesuai prosedur dan aturan,” tegasnya.

Untuk meluruskan kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, melakukan koordinasi bersama Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawan Giri, Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi, serta Perbekel Desa Pejarakan I Made Astawa. 

Ia menyayangkan terjadinya insiden tersebut yang dipicu oleh miskomunikasi serta luapan emosi, dan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Semua pihak termasuk Kapolsek Gerokgak berkomitmen menjaga keamanan pegawai kesehatan di Kecamatan Gerokgak serta akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait SOP pelayanan dan rujukan pemanfaatan mobil ambulans,” tandasnya.

BACA JUGA:UMKM Hingga TPST, Strategi Klungkung Perkuat Ekonomi Lokal

Pihaknya juga berharap masyarakat dapat memahami layanan kesehatan yang menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga tercipta ketertiban dan kenyamanan dalam pelayanan. 

Tags :
Kategori :

Terkait