Sejalan dengan program perbaikan jalan, penataan kawasan Titik Nol Singaraja juga mulai berjalan.
Saat ini proses tender sudah berlangsung melalui LPSE dan ditargetkan pekerjaan fisik dimulai pada Februari dengan estimasi durasi pekerjaan sekitar lima bulan.
Penataan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada keindahan kota, tetapi juga diarahkan untuk mengatasi permasalahan banjir.
Pengendalian dilakukan melalui pelebaran dan pendalaman saluran drainase, serta pengaturan aliran debit air yang langsung dialirkan menuju Tukad Buleleng dan Tukad Banyumala.
BACA JUGA:Bulog Gelar Sosialisasi Asuransi Pertanian bagi Petani Kabupaten Tabanan
“Beban air di kawasan kota akan dikurangi dengan membuka jalur ke arah barat, sehingga potensi banjir dapat ditekan,” ungkap Adiptha.
Untuk mendukung tampilan kota yang lebih rapi, seluruh kabel utilitas, mulai dari jaringan listrik hingga telekomunikasi, akan ditanam di bawah tanah.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, tertata, dan nyaman, sekaligus memperkuat fungsi kawasan Titik Nol Singaraja sebagai ruang publik sekaligus destinasi baru.
Selain itu, Dinas PUPR juga menyiapkan program penataan kawasan heritage dengan menghubungkan sejumlah titik bersejarah, seperti Puri Sukasada, Museum Lontar Gedong Kirtya, Puri Buleleng, hingga galeri UMKM.
Kantor Bupati Buleleng juga akan direstorasi dengan mengembalikan desain arsitektur aslinya.
“Ini restorasi, bukan renovasi biasa. Bentuk asli bangunan dikembalikan karena memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi ciri khas Buleleng,” tegasnya.