Menurutnya, program tersebut juga mendukung citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
“Kami sudah mendapat arahan dari Bapak Menteri ESDM bersama Dirut PLN, agar Bali ini menggunakan Energi Baru Terbarukan. Manfaat dari pada PLTS ini, tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali. Karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia yang perlu didukung oleh ekosistem lingkungan yang bersih. Jadi ini kebijakan yang sangat bermanfaat dan program PLTS ini tidak lagi impor BBM, biayanya juga jauh lebih murah,” jelasnya.
BACA JUGA:Gubernur Koster Terbitkan Ingub Bali Nomor 6/2026, ASN Dilarang ‘Cari Cuan’ dari Jabatan
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut pengembangan PLTS menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi.
“Ini suatu kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar. Sebagai contoh di Bali, dengan adanya 100 GWp. Untuk saat ini kami mengaplikasikan untuk tahap awal 1000 GWp. Dengan adanya program ini, sistem kelistrikan Bali bergeser yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor, digantikan dengan energi dari domestik. Dari energi mahal menjadi energi yang murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan. Ini sejalan dari program Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster terkait Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih yang menjadi penopang pariwisata Bali. Agar pariwisata Bali bertumbuh berkembang dengan adnaya energi hijau, yang jauh lebih handal, lebih bersih, dan lebih ekonomis,” kata Darmawan.
Darmawan menegaskan percepatan program tersebut membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Penyediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan PLTS.
“Untuk itu hari ini kami menandatangani program kerjasama. Akselerasi ini perlu kerjasama yang erat antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi. Karena salah satu kunci dari program PLTS ini adalah penyediaan lahan,” pungkasnya.(*)