Prabowo Gaspol PLTS 100 GWp, Investasi Tembus Rp1.140 Triliun

Sabtu 24-10-2026,14:31 WIB
Reporter : Dimas Chandra Permana
Editor : Dimas Chandra Permana

Potensi tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Namun, potensi sumber daya yang besar belum otomatis berarti kapasitas pembangkit dapat langsung dibangun dalam jumlah serupa. 

Pemerintah masih perlu menyiapkan proyek, jaringan transmisi dan distribusi, sistem penyimpanan energi, serta skema investasi yang mendukung pengembangan PLTS.

Berdasarkan data Kementerian ESDM per Juli 2026, kapasitas PLTS nasional baru mencapai sekitar 1,76 GW, dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional sebesar 108 GW.

Jika target tambahan kapasitas 100 GWp terealisasi, kapasitas energi surya Indonesia akan meningkat berkali-kali lipat dibandingkan kondisi saat ini. 

BACA JUGA:Bangun PLTS 100 GW, Bahlil Klaim Bisa Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun dan Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja

Pemerintah memperkirakan pengembangan tersebut dapat mendorong kapasitas PLTS nasional menjadi sekitar 57 kali lipat dari kapasitas yang tercatat pada Juli 2026.

Target ini sekaligus menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Pelaksanaan proyek secara bertahap dan pengawasan terhadap kualitas pembangunan akan menjadi faktor penting dalam mencapai sasaran tersebut.

Program PLTS 100 GWp Diproyeksikan Buka 5,52 Juta Lapangan Kerja

Manfaat program PLTS 100 GWp tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik. Pemerintah juga memperkirakan proyek tersebut dapat menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, terutama pada sektor konstruksi, instalasi, dan manufaktur.

Secara keseluruhan, program ini diperkirakan menghasilkan sekitar 5,52 juta job-years atau tahun kerja. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 3,465 juta tahun kerja pada sektor konstruksi dan instalasi serta 2,053 juta tahun kerja di bidang manufaktur.

Sementara itu, pada tahap awal, potensi penciptaan lapangan kerja diperkirakan mencapai 515.000 pekerja secara akumulatif.

Perlu dipahami, angka job-years menunjukkan akumulasi pekerjaan berdasarkan durasi kerja, bukan berarti seluruh pekerja akan memperoleh pekerjaan tetap secara bersamaan. 

Besarnya manfaat bagi tenaga kerja akan bergantung pada tahapan proyek, kebutuhan keterampilan, dan keterlibatan industri dalam negeri.

Pemerintah juga ingin meningkatkan penguasaan teknologi serta memperkuat rantai pasok PLTS nasional. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya bergantung pada pengadaan peralatan dari luar negeri, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya industri pendukung di dalam negeri.

Jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, program PLTS berpotensi membuka peluang usaha baru, mulai dari manufaktur komponen, pemasangan panel, pemeliharaan pembangkit, hingga pengembangan teknologi baterai.

BACA JUGA:Bangun PLTS 100 GW, Bahlil Klaim Bisa Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun dan Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja

APBN Berpotensi Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler