Stres Berkepanjangan Bisa Mengganggu Kesehatan Mental, Perlu Dikelola agar Tidak Berdampak Serius

Stres Berkepanjangan Bisa Mengganggu Kesehatan Mental, Perlu Dikelola agar Tidak Berdampak Serius

Cara menghadapi stres tanpa minum obat--freepik

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Stres merupakan sebuah kondisi yang semakin sering dialami oleh masyarakat di tengah tuntutan hidup yang terus meningkat. Tekanan pekerjaan, persoalan ekonomi, masalah keluarga, hingga paparan informasi yang berlebihan bisa menjadi faktor yang kerap memicu Stres.

Jika hal itu dibiarkan tanpa adanya pengelolaan yang tepat, maka stres tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik seseorang. Oleh karena itu, memahami cara mengelola stres secara sehat menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan hidup.

Selain itu alasan lain kenapa stres harus memiliki penanganan yang tepat karena dengan stres maka bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Mulai dari gangguan tidur, menurunnya konsentrasi, hingga gangguan kesehatan mental.

BACA JUGA:Bakar-Bakaran Tanpa Ribet, Ini Dia 10 Menu Andalan Sambut Tahun Baru

Stres menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang hampir dialami oleh semua orang. Tekanan pekerjaan, tuntutan akademik, masalah ekonomi, hingga persoalan pribadi yang kerap memicu respons stres pada tubuh dan pikiran.

Dalam kadar tertentu, stres sebenarnya wajar dialami, tetapi stres yang tidak dikelola dengan baik akan dapat berdampak serius pada kesehatan mental maupun fisik. Secara medis, stres merupakan respons alami tubuh saat menghadapi tekanan atau tantangan.

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon seperti kortisol atau adrenalin. Jika terjadi sesekali, respons ini dapat membantu tubuh beradaptasi. Namun stres yang berlangsung terus-menerus atau kronis justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Beberapa penyebab stres yang umum dialami masyarakat antara lain beban kerja berlebihan, konflik internal, kurangnya waktu istirahat, tekanan finansial, serta paparan informasi yang berlebihan termasuk dari media sosial.

Tanpa disadari dengan kebiasaan untuk menumpuk pekerjaan dan mengabaikan kebutuhan diri sendiri dapat memperparah kondisi stres yang dialami. Dapak stres yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya akan dirasakan secara psikologis saja, tetapi juga fisik.

BACA JUGA:Ajang Bali Fashion Trend 2025 Kembali Hadir, Libatkan Desainer Lokal dan Internasional

Dalam jangka pendek, stres dapat menyebabkan sakit kepala, sulit tidur, mudah lelah, dan sulit untuk berkonsentrasi. Sementara dalam jangka panjang, stres kronis berisiko meningkatkan gangguan kecemasan, depresi, tekanan darah tinggi, hingga menurunnya daya tahan tubuh.

Untuk mencegah dampak tersebut, penting bagi setiap individu memahami cara mengelola stres secara sehat. Salah satu langkah utama adalah dengan mengatur waktu yang lebih seimbang antara pekerjaan dan istirahat, menyusun prioritas dan menetapkan batasan yang jelas dapat membantu mengurangi tekanan yang berlebiih.

Selain itu menjaga pola hidup sehat juga sangat penting. Tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan rugin berolahraga terbukti membantu menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh. Aktivitas fisik ringan lainnya, seperti berjalan kaki atau peregangan juga dapat memberikan efek relaksasi.

Dukungan sosial juga tidak kalah penting dalam mengelola stres. Berbagi cerita dengan orang terpercaya baik keluarga maupun teman dapat membantu meringankan beban pikiran. Menyimpan masalah sendiri justru dapat berpotensi memperburuk kondisi mental.

Sumber: