GIANYAR, DISWAYBALI.ID - Pemerintah Kabupaten Gianyar membuka sayembara desain logo maskot daerah dengan total hadiah mencapai Rp 50 juta.
Program ini digelar sebagai upaya memperkuat identitas visual sekaligus citra daerah di tengah perkembangan zaman.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, dalam keterangannya pada Jumat (27/3/2026), menyebut lomba tersebut menjadi langkah strategis untuk menghadirkan simbol daerah yang representatif dan bermakna.
BACA JUGA:Jelang Nyepi dan Takbiran, Pemkab Gianyar Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Link info dan pendaftaran kompetisi logo maskot Gianyar-Pemkab Gianyar-
Pendaftaran dan pengumpulan karya telah dibuka sejak 26 Maret dan akan berlangsung hingga 1 April 2026.
Selanjutnya, proses penjurian tahap pertama dan presentasi finalis dijadwalkan pada 14 April 2026. Tahap penilaian lanjutan akan digelar pada 17 April, sebelum akhirnya pemenang diumumkan sehari setelahnya, yakni 18 April 2026.
Untuk hadiah, juara pertama akan membawa pulang Rp 25 juta beserta piagam penghargaan. Sementara itu, juara kedua dan ketiga masing-masing memperoleh Rp 15 juta dan Rp 7,5 juta. Satu posisi juara harapan juga disiapkan dengan hadiah Rp 2,5 juta, sehingga total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 50 juta.
Dalam pelaksanaannya, panitia menetapkan sejumlah ketentuan. Peserta diwajibkan mengirimkan karya yang benar-benar orisinal dan belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi lain.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) juga tidak diperkenankan. Selain itu, peserta harus merupakan pemilik KTP Gianyar dan hanya boleh mengirim satu desain.
BACA JUGA:Mahayastra Tekankan Ketepatan Waktu Penyusunan LKPD 2025 dalam Rapat Pemkab Gianyar
Adi menambahkan bahwa logo maskot yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu merepresentasikan nilai budaya, filosofi, serta semangat masyarakat Gianyar. Desain juga harus fleksibel untuk digunakan di berbagai media, baik cetak maupun digital, tanpa kehilangan kejelasan visual.
Maskot yang akan digunakan diberi nama "Padmakara" dan dirancang sebagai identitas resmi pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Filosofi yang diangkat berasal dari bunga padma, yang dikenal tetap bersih dan indah meski tumbuh di lingkungan berlumpur. Selain itu, delapan kelopak padma juga melambangkan arah mata angin sekaligus nilai-nilai suci dalam konsep Dewata Nawasanga.